Sabtu, 04 Januari 2014

Harusnya aku tau lebih awal

Selama ini memang aku tahu kalo penyesalan itu tidak pernah datang di awal cerita. Selalu berada di akhir cerita. Sama seperti yang sedang aku alami. Aku benar-benar menyesali semua perbuatanku semua tingkah laku ku. Ku pikir selama ini kamu senang. Ku pikir apa yang ku lakukan selama ini berharga buat kamu. Ternyata tidak. Semua yang aku lakukan ternyata membuat jarak kita semakiin jauh jauh jauh dan semakin jauh. Sampai pada saat ini, kamu berada di titik jenuhmu yang sangat kronis ditambah lagi banyak orang diluar sana mendukung suasana hatimu dan pikiranmu untuk tidak lagi mengharapkan aku. Mungkin kamu pikir tanpa aku kamu akan baik-baik saja. Ya, kamu benar. Memang aku tidak punya pengaruh apapun dalam kehidupan kamu. Kamu sehat, kamu bisa dapat nilai bagus di kampus, kamu bisa selamat sampai tujuan waktu kamu pergi, kamu menang lomba, semuanya. Itu semua bukan karena aku. Aku tidak melakukan apapun kecuali berdoa dan mengingatkan. Aku justru cuma bisa ngerepotin. Nggak boleh ini nggak boleh itu. Sekarang kamu bebas. Tambah bebas lagi karena aku akan segera berhenti mencari kamu. Paling tidak kamu akan terbebas dari pesan singkatku yang sebenarnya jujur aku sampaikan tapi sayangnya kau anggap hanya kicauan biasa. Hanya perasaanku yang berlebihan dan tidak perlu ditanggapi. Tapi aku mencoba untuk melupakan dan memaafkan. Toh selama ini aku melakukan tanggung jawabku dengan baik. Aku setia sama kamu. Aku menyayangi kamu seperti aku menyayangi diriku sendiri. Seperti aku menyayangi kedua orang tuaku dan semua keluargaku.

Jumat, 03 Januari 2014

Dwitasaridwita

Pernah ku rasakan rasa cinta itu walau kini hilang karna kesalahanku yang ku buat dulu tlah abaikan kamu dan kini ku rasakan kesedihan yang terdalam dalam lubuk hatiku. Cinta tak harus memilikki meski kau hidup dengan yang lain. Kuhanya bisa berdiri disini melihat kau bahagia hidup dengannya.

Pertemuan kita adalah rencana Tuhan yang tak ku pahami. Aku takut menatap matamu. Karna dimata itu ada dunia yang sangat takut aku selami. Aku takut dengan cinta. Takut dengan segala ketidak pastian yang dihasilkan cinta. Kita sempat bersama lalu kuputuskan untuk mengakhiri semua dengan sementara. Aku coba untuk berbagi hati pada banyak orang yang bilang cinta mati. Namun, Tuhan menciptakan hati dan pikiran yang hanya tertuju padamu. Ini keputusanku. Jodoh akan bertemu setelah aku lelah mencari dan berlari. Ku percaya kaulah sosok yang Tuhan ciptakan untukku. Jika memang cinta tak harus memilikki, biarkan aku bahagia dan merindukanmu dari sini. Satu hal yang jadi keyakinanku. Jika Tuhan ingin kau jadi pendampingku, maka kita akan kembali menyatu. Jodoh akan bertemu :)

Officially Missing You

Halo kamu disana bagaimana kabarmu?
Seharusnya aku tidak perlu berharap kau baik-baik saja
Karna aku yakin kau akan baik-baik saja tanpa aku bahkan lebih baik dari yang pernah kubayangkan

Malam ini aku nggak sengaja membuka kenangan kita. Aku tau udah nggak boleh lagi karena kamu ingin sendiri. Kamu bisa sendiri. Hanya saja semua yang ku lakukan kapanpun dan dimanapun selalu mengingatkan tentang kita. Jangan bertanya bagaimana hal semacam ini bisa terjadi ya. Kamu pasti tau alasannya sama seperti kamu tahu bagaimana aku bisa mencintai kamu sepenuh hatiku tanpa aku beritahu.

Aku yang dulu sering bertanya kamu dimana, aku yang dulu sering ingatin kamu makan, aku yang dulu sering sibuk sendiri kalo kamu nggak ngabarin, aku yang dulu geregetan kalo liat kamu sama perempuan lain, aku yang dulu selalu ngambek kalo nggak ketemuan. Sekarang perlahan aku harus menghilangkan semua itu dari dalam diriku. Bukan karena aku tidak lagi secinta dulu, tapi karna kamu yang suruh aku. Karna kamu yang lebih ingin aku nggak begitu. Padahal aku bersikap seperti itu bukan dengan sengaja. Sikapku menjadi seperti itu baru ketika aku sama kamu. Nggak mudah buat aku cinta sama orang sebegininya. Mungkin segelintir orang bilang aku berubah. Jadi mellow kalo nggak ada kabarmu, jadi lebih ceria seusai bertemu kamu, jadi moody kalo tau kamu lagi deket sama cewek lain. Kamu pikir aku main-main soal itu semua? Kamu pikir itu perasaan yang berlebihan? Iya aku sadar kok itu berlebihan. Dan semua yang berlebihan itu tidak pernah menguntungkan. Ini buktinya. Sekarang jadi susah buat aku kembali ke diri aku yang sebelumnya. Aku sudah terlalu banyak berubah. Aku menikmati perubahanku itu kemarin, tapi sekarang aku menyesalinya. Nggak seharusnya aku seberubah itu. Selama ini, yang ku pikirkan adalah kebahagiaan kamu. Bukannya menyenangkan ya kalo kamu tau ada seseorang (aku) yang sangat takut kehilangan kamu. Kamu sadar nggak cara aku ngomong ke kamu kalo aku takut kehilangan kamu? CEMBURU! Sadar nggak?
Maaf ya aku berlebihan. Aku sering ngambek kalo waktumu buatku cuma sedikit. Tapi apa aku salah? Aku nggak minta semua waktumu. Aku cuma minta 1 hari itupun nggak full kan? Bukannya dalam seminggu itu ada 7 hari? Aku minta 1 hari saja. Aku pikir selama ini kamu senang. Ternyata yang kuberikan cuma membuat kamu jenuh dan bosan. Taktik berperang ku ternyata salah ya hahahaha