Tampilkan postingan dengan label lovestory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lovestory. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 September 2014

berulang

"Kalo dia cinta, dia nggak akan biarin kamu kecewa"
Quotes sejenis itu nggak berlaku lagi buatku. Aku harus yakin kalo kamu cinta walaupun tanpa kamu omongin. Aku harus yakin kalo kamu cinta walaupun bukan aku yang mau kamu temui setiap hari. Aku harus yakin kalo kita baik-baik aja walaupun sikapmu ke aku sama sekali nggak seperti orang yang punya hubungan special. Aku ngalah sama diri aku sendiri. Aku ngalah sama semua egoku yang ingin jadi perempuan yang special di matamu. Aku selalu cari ribuan alasan waktu hati aku bilang bukan aku lagi yang jadi prioritasmu. Aku selalu bilang ke diri aku sendiri supaya aku yakin, KAMU MASIH CINTA AKU.

Aku pikir dengan aku pergi, kamu akan mencari walaupun hanya menemukan sekeping lalu pergi. Aku pikir dengan aku hilang, ada sesuatu juga dalam diri kamu yang hilang.
Kenyataan emang nggak semanis harapan apalagi khayalan.

Jumat, 18 Juli 2014

Welcome Home

Persis 7 bulan. Semusim lebih aku menahan rindu, menahan benci-cinta-harap, menahan keinginan hati untuk memperbaiki semua. Selama 7 bulan aku kehilangan kamu dan harus melihat kamu bahagia (mungkin) dengan pilihan-pilihanmu yang lain, yang baru ku kenal, yang benar-benar baru muncul dalam kehidupan kita. Aku marah? Iya. Bukan marah sama kamu tapi marah sama diriku sendiri yang nggak bisa menjaga cinta yang sudah kamu sediakan secara cuma-cuma. Nggak perlu mikir feedback nya. Semua kita lakukan begitu saja. Tapi tetep aja dalam hati berharap kita masing-masing merasakan hal yang sama yaitu Cinta. Aku harap kamu tetap cinta aku even waktu poniku aku angkat keatas, even waktu aku pake baju kebesaran, even waktu aku masih pake baju tidur dengan rambut yang berantakkan dan muka yg nggak banget waktu kamu datang ke rumah pagi-pagi. Kamupun begitu. Kamu berharap aku tetap cinta kamu waktu kamu terpaksa harus buru-buru meng iya kan ajakan makan malam dari aku dengan wajah letih selesai latihan, dengan baju penuh keringat semangat khas mu.

Minggu, 25 Mei 2014

Kita bersentuhan tapi tidak bisa berpegangan tangan. Kita saling menatap tapi tidak bisa menebak apa yang ada disana. Kita bisa merasakan cinta tapi ragu untuk mengungkapkan. Kau tau aku tapi aku nggak yakin dengan apa yang aku rasakan tentang kamu. Ada sakit ada perih ada keraguan ada ketakutan untuk menjadi sama seperti dulu. Aku nggak mau buru-buru berasumsi. Aku nggak mau cari tau. Semakin aku cari tau, semakin aku gila. Semakin aku cari tau, pikiranku membawa aku nggak tau kemana. Suatu keadaan yang menyakitkan. Aku hanya menikmati. Menikmati sampai Tuhan tunjukkan jalan selanjutnya. Aku selalu berdoa yang terbaik untuk kita. Mungkin kamu masih bisa mengingat aku walau cuma sebentar. Yang jelas, yang ku yakini, dia yang membawa hatimu pergi dari aku akan mengembalikan kamu kesini. Ke rumahmu. Aku nggak akan seindah dia. Aku nggak akan bisa terus disampingmu melihat semua aktivitasmu mungkin dari pagi sampai pagi lagi. Aku nggak akan

Kamis, 22 Mei 2014

Hari ini aku berusaha tidak menatap mata itu dalam-dalam. Aku takut untuk tau masih ada cinta atau tidak disana. Aku takut untuk menyadari bahwa aku gagal mencoba melupakan kita. Liat kamu seperti ini sekuat ini aku jadi ingat pertama kalinya................ -masalalu-
Beberapa hari ini entah aku merasa ada yang memacu semangatku. Ada yang mampu membuat aku kembali bertahan dalam perih yang selama ini ku jalani sendiri. Apapun yang aku akhirnya ketahui, apapun yang telah kamu lakukan dengannya seperti hilang begitu saja dalam ingatan. Semuanya terhapus, berganti dengan hati yang selalu mencari alasan untuk memaafkan. Waktu aku lihat kamu, jujur perasaan ini masih sama. Sama sekali tidak berubah. Tidak ada yang berubah walaupun

Selasa, 20 Mei 2014

Kamu datang lagi waktu aku sudah mengambil keputusan yang aku pikir memang bukan keputusan yang benar karena aku putuskan waktu keadaanku nggak tenang. Aku memutuskan untuk berhenti berharap setelah sekian lama aku memperjuangkan cerita ini waktu aku "dengan sengaja" melihat bahagianya kalian berdua. Aku pikir cerita ini harus diakhiri sampai disini. Aku cuma ingin bahagia. Itu saja. Aku sadar bahagia harus bisa aku ciptakan sendiri saat beberapa orang yang biasa ada dalam ruang bahagiaku akhirnya pergi begitu saja.

Kamu datang lagi membawa kisah baru. Membawa drama baru yang harus sekilat mungkin aku pelajari skripnya. Dengan semua yang sudah pernah terjadi, banyak membawaku kepada pelajaran untuk tidak terlalu menggunakan

Kamis, 15 Mei 2014

Akhirnya

Kita sudah sampai..
Sampai dan berhenti di waktu yang sangat tepat. Cinta memang harus berakhir ketika aku mulai jatuh cinta sedalam mungkin sedangkan kamu telah melupakan aku selupa mungkin. Aku marah. Aku kecewa. Aku bingung. Tapi aku nggak bisa apa-apa. Kita sudah dewasa dan ini bukan saatnya untuk aku marah-marah dan memaksa keadaan seperti yang aku mau. Ini saatnya aku menerima keadaan. Kamu lebih memilih dia yang aku pikir tidak jauh lebih baik dari aku namun kau puja layaknya dia bisa memberikan kamu kebahagiaan lebih dari yang aku berikan selama ini. Aku kalah di intensitas waktu bertemu. Dia memang bisa selalu bertemu kamu, bisa memantau kamu, bisa menghapus keringat lelahmu saat latihan, bisa membantumu tersenyum saat kau seakan lelah dengan tugas kuliahmu. Aku disini hanya bisa menyebut namamu dalam doa. Mungkin itu tidak cukup untukmu makanya kau lebih memilih dia. Aku jadi nggak tau dengan cara apa aku harus percaya sama semua kata-katamu. Kamu bilang kamu nggak akan memilih siapapun. Kamu bilang kamu fokus ke karir dan pendidikanmu. Kamu bilang belum ada yang mampu menggantikan posisiku. Tapi kenyataannya berbanding sangat jauh. Aku melihat dengan mataku sendiri dengan nyata bagaimana kalian saling berbagi, bagaimana kalian saling bertukar cinta,

Selasa, 18 Februari 2014

Kamu

Kamu dan aku nggak tau dan nggak pernah ngebayangin bakal berakhir seperti ini.
Kita yang memulai semuanya dari persahabatan, akhirnya harus jatuh juga kedalam cinta yang demi Tuhan nggak pernah kita rencanakan sebelumnya.
Kamu yang waktu itu sudah punya gebetan, sementara aku yang jelas sudah punya pacar. Aku nggak pernah merencanakan cinta ini akhirnya harus aku kasih ke kamu. Nggak pernah.
Waktu itu kita biasa aja kan ya sampe akhirnya diantara kita nggak tau siapa yang memulai mengagumi dalam diam. Waktu yang nggak

Rabu, 22 Januari 2014

Masih ada KITA

Halo sudah lama banget kayaknya nggak ngapdet blog hahaha Beberapa hari ini disibukkan dengan berbagai macam kegiatan baru yang seru dan bikin waktu nggak habis dengan percuma. Sudah aku ceritain di apdetan sebelumnya kan kalo aku ikut satu cabang olahraga. Baru mau mulai dan baru mau mengasah kemampuan. Baru aja ikut itu, ada lagi satu target. Pattaya Grandprix Choir Competition at Thailand!!! 
Syaloom Youth Choir lagi punya Goal buat ngikutin lomba disana. Kita udah persiapkan berbagai macam persiapan (nanti diceritain kalo goalnya udah tercapai ya hehe). Pokoknya beberapa bulan kedepan sebagai pengurus bakalan disibukkan dengan berbagai macam kegiatan lah pokoknya seru!!!

Ohya dengan kesibukan sebanyak ini Puji Tuhan semua yang aku harapkan selama ini bisa aku bereskan. Aku pengen lupain sejenak tentang KITA. Kita siapa? Aku sama si mantan hehe
Maksudnya bukan lupain gimana sih tapi ya mungkin nggak usah terlalu cengeng meratapi kegagalan yang kemarin. Sudah siap membuka lembaran baru dengan segudang rencana dan tujuan. Melupakan semuanya tapi tetap percaya Tuhan nggak akan ngecewain. Jodoh nggak kemana kan. 

Sejujurnya, aku nggak sepenuhnya rela buat ngelepasin. Aku masih punya sebongkah harapan untuk kembali memperbaiki. Tapi aku harus sadar diri kalo aku perempuan. Bagaimanapun, aku patut dihargai dan diakui.

Kamis, 16 Januari 2014

Pont Des Arts

Hey kalian semua ngerasa asing nggak sih sama judul postinganku kali ini? Hmm buat yang udah nonton Laskar Pelangi 2 pasti tau deh karena ada scene waktu si Aray ama Ikal bedua di tempat itu.

Gembok cinta ternyata tidak hanya ada di kota seoul, korea selatan. Namun gembok cinta juga ada di kota paris, perancis. Gembok cinta di paris terletak di sebuah jembatan yang membentang dari Luxemburg Gardens hingga Île Saint Louis di Sungai Seine. 
Paris yang terkenal sebagai “City of Love” dan “City of Lights” ternyata memiliki ritual kisah romantis dalam menjalin hubungan cinta. Jejeran gembok aneka warna yang digantung di pagar jembatan menghadirkan pemandangan yang luar biasa. Lantaran gembok-gembok tersebut bertuliskan inisial nama asangan yang menghadirkan kesan romantisme.
Sebenarnya jembatan yang dikenal dengan nama Pont des Arts tersebut sudah ada sejak 1804. Jembatan yang terbuat dari bahan logam ini seringkali menjadi tempat favorit para pasangan yang ingin mempererat tali cinta mereka. Para pasangan tersebut datang ke jembatan Pont des Arts dengan membawa gembok yang bertuliskan inisial nama serta pesan cinta mereka. Kemudian kunci gembok dilempar ke dalam Sungai Seine dengan tujuan agar tidak akan ada orang yang bisa membuka gembok cinta mereka.
Sumber : PakdeGoogle
Asik ya kalo bisa kesanaaaaa sama seseorang. Nggak harus pacar sih, bisa sahabat, ato orang tua :')

Jumat, 10 Januari 2014

Ada apa sebenarnya?

Aku nggak ngerti nerjemahin kalimat yang sekarang lagi bertengger didalam hati. Aku nggak ngerti sebenernya apa yang aku mau.  Egois kah aku kalo aku mau hubungan kita baik-baik saja? Salah kah aku kalo aku mau jalanin hari-hariku sama kamu? Apa aku terlalu jahat kalo selama kita pacaran aku ingin kabar dari kamu?

Banyak banget yang aku pikirin tentang hubungan yang mati-matian ku jaga ini. Banyak banget yang pengen aku bilang ke kamu. Tapi aku harus tahan. Aku harus bisa jalanin kehidupan baru.

Aku tau kabarmu cuma dari teman-temanmu tapi sekarang nggak akan segampang dulu karena blackberry ku yang biasa ku pakai untuk tau kabarmu udah nggak ada. Itulah. Aku nggak tau kamu lagi ngapain lagi sama siapa.

Tapi sekarang kamu udah punya twitter baru ya? Baguslah supaya aku tau kabarmu. Aku mulai terbiasa dengan situasi seperti ini. Mungkin aku memang harus lupain kamu karena itu yang bisa bikin kamu senang bisa bikin kamu tenang. Aku ngerti kok kamu udah nggak betah lagi sama aku. 

Selasa, 07 Januari 2014

Fix me by myself

StayStrong
Nggak ada yang berubah dari kita. Nggak tau ya kenapa semua terasa sudah lama banget. Aku sibuk sendiri terbuang semua pikiranku percuma mikirin hubungan yang aneh ini. Seharusnya aku bisa lebih bersabar. Mungkin kamu punya maksud lain. Aku kenal kamu bertahun-tahun. Kamu nggak mungkin kayak gini kalo nggak ada sebabnya. Aku tau kamu berubah. Drastis.

Tadi pulang kantor aku capek banget dan nggak tau kenapa ada perasaan kangen banget sama kamu tapi harus aku buang pikiran dan perasaan itu jauh-jauh karena aku udah janji sama kamu kalo aku nggak bakal nanya lagi kenapa kamu nggak mau ngabarin aku. Maksudnya aku ngomong gitu sebenernya supaya hatimu terbuka sedikit untuk ngerti bahwa aku mau kamu ngabarin aku. Maksud aku supaya kamu nggak ngebiarin aku disini kangen banget sama kamu sampe jadi sibuk sendiri agresif sendiri. Tapi nggak tau kenapa mungkin Tuhan dan kamu punya maksud lain. Kamu makin parah. Nggak ada satupun sms yang kamu gubris.

Aku makin bingung sama 'kita' dan akhirnya aku nelpon kamu....

Senin, 06 Januari 2014

Apa Kabar "Kita" ?

Pernah nggak ngerasain perasaan yang aneh kayak gini?
Perasaan yang bingung, gantung, nggak tau mau ngapain karena apapun yang dilakuin tidak akan membuahkan hasil yang baik.

Tanggal 11 Januari 2014 nanti tepat sebulan hubungan kita aku anggap "rusak". Tanggal 11 Desember 2013 yang lalu kita mulai tidak berargumen, kita mulai tidak sedekat dulu. Panggilanmu buat aku nggak secinta dulu. Dan tiba-tiba kamu ngeluarin statement kalo selama ini, selama 2 tahun ini aku 'ngekang'. Sebenarnya udah nggak aneh kalo kamu ngomongin aku begitu. Udah banyak kali aku ngelarang kamu ini itu dan aku sadar itu nggak boleh terlalu dilakuin tapi selama ini aku juga nanya ke kamu kan apa aku boleh kayak gitu. Jawabanmu selalu "nggak papa kan tandanya kamu sayang sama aku". Terus jadinya aku nggak tau kenapa sekarang semua itu kamu jadiin senjata buat nyerang aku dan ninggalin aku begitu aja. 

Sabtu, 04 Januari 2014

Harusnya aku tau lebih awal

Selama ini memang aku tahu kalo penyesalan itu tidak pernah datang di awal cerita. Selalu berada di akhir cerita. Sama seperti yang sedang aku alami. Aku benar-benar menyesali semua perbuatanku semua tingkah laku ku. Ku pikir selama ini kamu senang. Ku pikir apa yang ku lakukan selama ini berharga buat kamu. Ternyata tidak. Semua yang aku lakukan ternyata membuat jarak kita semakiin jauh jauh jauh dan semakin jauh. Sampai pada saat ini, kamu berada di titik jenuhmu yang sangat kronis ditambah lagi banyak orang diluar sana mendukung suasana hatimu dan pikiranmu untuk tidak lagi mengharapkan aku. Mungkin kamu pikir tanpa aku kamu akan baik-baik saja. Ya, kamu benar. Memang aku tidak punya pengaruh apapun dalam kehidupan kamu. Kamu sehat, kamu bisa dapat nilai bagus di kampus, kamu bisa selamat sampai tujuan waktu kamu pergi, kamu menang lomba, semuanya. Itu semua bukan karena aku. Aku tidak melakukan apapun kecuali berdoa dan mengingatkan. Aku justru cuma bisa ngerepotin. Nggak boleh ini nggak boleh itu. Sekarang kamu bebas. Tambah bebas lagi karena aku akan segera berhenti mencari kamu. Paling tidak kamu akan terbebas dari pesan singkatku yang sebenarnya jujur aku sampaikan tapi sayangnya kau anggap hanya kicauan biasa. Hanya perasaanku yang berlebihan dan tidak perlu ditanggapi. Tapi aku mencoba untuk melupakan dan memaafkan. Toh selama ini aku melakukan tanggung jawabku dengan baik. Aku setia sama kamu. Aku menyayangi kamu seperti aku menyayangi diriku sendiri. Seperti aku menyayangi kedua orang tuaku dan semua keluargaku.

Senin, 30 Desember 2013

7:28 PM

Waktu aku nyalain handphone ku, ada nomor baru yang sms aku. Isinya nyuruh aku nyimpen nomor itu dan hapus nomor yang lama. Sebenarnya aku tau itu kamu tapi  aku pura-pura nggak tau. Aku sms kamu "ini siapa?" . Tau buat apa aku nanya hal yang aku sudah tau? Buat dapet sms kamu. Karena kamu jarang banget mau sms aku kalo nggak ada tujuannya. Bahkan untuk nanya kabar mungkin jadi "haram" buat kamu. Selama ini, semuanya aneh. Kamu bikin aku berpikir keras untuk mengembalikan semuanya seperti semula. Sama seperti hal ini. Hal kecil. Hal yang sepele. Tapi kamu nggak merhatiin :)

Sehari-harinya aku diam aku cuma bisa ngungkapin perasaan aku di media sosial padahal aku tau itu nggak baik dan bakal di judge banyak orang. Tapi aku bisa apa selain itu? Bawa dalam doa? Sudah. Setiap malam sebelum tidur bahkan ditengah-tengah perjalanan mimpiku setiap malampun aku terbangun dan berdoa untuk kita.

Monday, 30 December 2013

Ini udah hari ke 19 kita 'begini' :)
Sedih sih karena sekarang bukan cuma aku yang ada disitu padahal seharusnya sih aku.
Gak bisa banyak ngomong. Gak bisa keseringan nanya. Gak bisa macem-macem. Gak bebas. Jadi bukan aku yang sebenarnya.
Aku jadi takut jadi bingung. Pokoknya aneh.
Dari kemarin ditarik ulur dah kayak layangan.
Aku kasi liat foto 'mereka' yang deket kamu akhir-akhir ini, kata mama nggak perlu ditakutkan.
Tapi tetap aja aku takut. Aku takut karena aku yang salah. Aku yang terlalu berlebihan nunjukkin aku sayang kamu. :/