Minggu, 25 Mei 2014

Kita bersentuhan tapi tidak bisa berpegangan tangan. Kita saling menatap tapi tidak bisa menebak apa yang ada disana. Kita bisa merasakan cinta tapi ragu untuk mengungkapkan. Kau tau aku tapi aku nggak yakin dengan apa yang aku rasakan tentang kamu. Ada sakit ada perih ada keraguan ada ketakutan untuk menjadi sama seperti dulu. Aku nggak mau buru-buru berasumsi. Aku nggak mau cari tau. Semakin aku cari tau, semakin aku gila. Semakin aku cari tau, pikiranku membawa aku nggak tau kemana. Suatu keadaan yang menyakitkan. Aku hanya menikmati. Menikmati sampai Tuhan tunjukkan jalan selanjutnya. Aku selalu berdoa yang terbaik untuk kita. Mungkin kamu masih bisa mengingat aku walau cuma sebentar. Yang jelas, yang ku yakini, dia yang membawa hatimu pergi dari aku akan mengembalikan kamu kesini. Ke rumahmu. Aku nggak akan seindah dia. Aku nggak akan bisa terus disampingmu melihat semua aktivitasmu mungkin dari pagi sampai pagi lagi. Aku nggak akan
bisa menawarkanmu handuk kecilku untuk menyeka keringatmu yang jatuh. Dia yang lebih bebas. Tapi satu hal, dengan doaku, aku sanggup membawamu kembali karena aku punya kekuatan untuk bertahan.

Beberapa hari ini, kamu bawa aku lagi ke masa-masa itu. Masa-masa yang seharusnya hari ini masih dalam tahap penghapusan, tapi kamu malah kembali lagi kesini mencoba meyakinkan semua yang kamu lewati kemarin cuma permainan. Aku senang. Aku nggak bisa nutupin. Sekeras apapun aku berusaha, senyum ini terus mengembang. Kamu bohong kalo kamu nggak tau aku masih sayang kamu. Tapi, aku melangkah dengan penuh hati-hati. 

23 May 2014 kemarin Jilo mati. Satu-satunya hadiah untukmu yang hidup. Satu-satunya yang paling berharga untuk mengingatkan angka itu sudah nggak ada. Aku nggak mau mikir macem-macem. Ini cuma peringatan buat kita. Mungkin ini saatnya kita mengingat "kita" lebih lagi. Apasih yang bikin kita begini? Apa ini yang bener-bener kita inginkan? BTW aku masih mikirin siapa yang tega racunin Jilo. Dia nggak tau apa seberapa berharganya dia? Hh~
Seharian itu aku nggak berhenti ceritain Jilo ke Mama Papa. Mereka ikutan sedih. Aku juga. Tapi Jilo udah nggak ada. Aku kepikiran. Apa kenang-kenangan yang lain masih bisa bikin kamu inget aku sejelas Jilo?? 

24 May 2014 whatta wonderful day. Nggak mau cerita banyak yang jelas kamu bener-bener mengguncang dunia! Gila! 

Hari-hari seterusnya semakin aneh semakin berwarna semakin menyenangkan sekaligus penuh kejutan. Tapi aku tetep kekeuh. Aku nggak akan lengah sedikitpun. Aku takut kecewa bray~
Makin hari doaku makin banyak. Macam orang yang pergumulannya berat banget. Jadi makin sering googling kata-kata motivasi biar nggak lengah. Iya ini memang berat lah. Suer dah~
Tapi disaat aku kayak gini ada satu hal yang bikin lucuk~ Aku perhatiin dia muter kondisi malah jadi kayak aku yang datang tiba-tiba dan bikin dia sekecewa itu. Tau nggak ini yang aku maksud siapa? Itu si anak kecil. Aku bingung sebenernya sih tapi ya aku cuma bisa liat aja di newsfeed. Aku sempet mikir sudah berapa ribu kenangan sih yang dia dapet dari beberapa bulan doang?? Tapi yakin lah itu bakalan cepet sembuh. Nggak kayak aku. Susah mbak~ Kamu jangan mau tukeran hati sama hati aku ya karena udah lepas-pasang ini mah. Udah rusak-dibenerin lagi-rusak-dibenerin lagi. Gitu aja terus sampe ya bener-bener rusak tapi ya semoga nggak gitu sih. 

Dan akhirnya kalian berdua masuk kedalam pokok doaku setiap malam. Nggak ada yang salah dari kita. Nggak ada yang salah dari orang yang jatuh cinta. Cuma waktu yang bisa menjawab :)

With Love,


PIWK