Tampilkan postingan dengan label memories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label memories. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 September 2014

Selamat Ulang Tahun Pangeran

23.37
Maaf terlalu cepat untuk bilang Selamat Ulang Tahun. Ini bukan tanggalmu kan? Tapi aku terobsesi untuk selalu jadi yang pertama walaupun kenyataannya nggak seperti itu. Di ulang tahunmu, aku berusaha menahan diri menunjukkan kelemahanku. Kelemahanku adalah banyak hal yang berhubungan dengan kamu.

00.00
Telepon kali ini bukan seperti biasanya. Masih ada kecewa, masih ada sedikit rasa nggak enak. Aku sakit hati secepat ini. Ini ulang tahunmu. Ucapan selamat ulang tahun tetap ku ucapkan. Nggak seberarti dulu. Nggak seindah dulu.

Dan seterusnya.........
Aku ingin setiap moment ini selalu cepat terlewat, atau bahkan mengulang beberapa jam sebelumnya karena aku rasa tindakanku kali ini salah. Harusnya aku diam aja dan berusaha nggak apa-apa. Ini drama. Benar-benar drama. Aku benci jadi aku yang sekarang. Kamu tahu? Aku nggak jadi diriku sendiri. Aku terlalu mudah menyerah. Untuk urusan ini, aku benar-benar muak.

Sekali lagi aku merasa paling bodoh. Untuk apa ada tangis untuk bahagiamu? Untuk apa ada marah untuk leluconmu? Untuk apa ada rasa kecewa untuk semua yang kau anggap nggak terlalu penting??
See? Aku aneh.

Ke-empat kalinya aku bertemu akhir bulan ini tapi ini yang terburuk yang pernah aku temui. Aku gagal bikin bulan ini istimewa buatmu. Aku sedih sendiri.

Selamat ulang tahun..
Maaf..
Aku kecewa..
Selamat ulang tahun..
Maaf..
Aku gagal..




Jumat, 18 Juli 2014

Welcome Home

Persis 7 bulan. Semusim lebih aku menahan rindu, menahan benci-cinta-harap, menahan keinginan hati untuk memperbaiki semua. Selama 7 bulan aku kehilangan kamu dan harus melihat kamu bahagia (mungkin) dengan pilihan-pilihanmu yang lain, yang baru ku kenal, yang benar-benar baru muncul dalam kehidupan kita. Aku marah? Iya. Bukan marah sama kamu tapi marah sama diriku sendiri yang nggak bisa menjaga cinta yang sudah kamu sediakan secara cuma-cuma. Nggak perlu mikir feedback nya. Semua kita lakukan begitu saja. Tapi tetep aja dalam hati berharap kita masing-masing merasakan hal yang sama yaitu Cinta. Aku harap kamu tetap cinta aku even waktu poniku aku angkat keatas, even waktu aku pake baju kebesaran, even waktu aku masih pake baju tidur dengan rambut yang berantakkan dan muka yg nggak banget waktu kamu datang ke rumah pagi-pagi. Kamupun begitu. Kamu berharap aku tetap cinta kamu waktu kamu terpaksa harus buru-buru meng iya kan ajakan makan malam dari aku dengan wajah letih selesai latihan, dengan baju penuh keringat semangat khas mu.

Minggu, 25 Mei 2014

Kita bersentuhan tapi tidak bisa berpegangan tangan. Kita saling menatap tapi tidak bisa menebak apa yang ada disana. Kita bisa merasakan cinta tapi ragu untuk mengungkapkan. Kau tau aku tapi aku nggak yakin dengan apa yang aku rasakan tentang kamu. Ada sakit ada perih ada keraguan ada ketakutan untuk menjadi sama seperti dulu. Aku nggak mau buru-buru berasumsi. Aku nggak mau cari tau. Semakin aku cari tau, semakin aku gila. Semakin aku cari tau, pikiranku membawa aku nggak tau kemana. Suatu keadaan yang menyakitkan. Aku hanya menikmati. Menikmati sampai Tuhan tunjukkan jalan selanjutnya. Aku selalu berdoa yang terbaik untuk kita. Mungkin kamu masih bisa mengingat aku walau cuma sebentar. Yang jelas, yang ku yakini, dia yang membawa hatimu pergi dari aku akan mengembalikan kamu kesini. Ke rumahmu. Aku nggak akan seindah dia. Aku nggak akan bisa terus disampingmu melihat semua aktivitasmu mungkin dari pagi sampai pagi lagi. Aku nggak akan

Kamis, 22 Mei 2014

Hari ini aku berusaha tidak menatap mata itu dalam-dalam. Aku takut untuk tau masih ada cinta atau tidak disana. Aku takut untuk menyadari bahwa aku gagal mencoba melupakan kita. Liat kamu seperti ini sekuat ini aku jadi ingat pertama kalinya................ -masalalu-
Beberapa hari ini entah aku merasa ada yang memacu semangatku. Ada yang mampu membuat aku kembali bertahan dalam perih yang selama ini ku jalani sendiri. Apapun yang aku akhirnya ketahui, apapun yang telah kamu lakukan dengannya seperti hilang begitu saja dalam ingatan. Semuanya terhapus, berganti dengan hati yang selalu mencari alasan untuk memaafkan. Waktu aku lihat kamu, jujur perasaan ini masih sama. Sama sekali tidak berubah. Tidak ada yang berubah walaupun

Selasa, 20 Mei 2014

Kamu datang lagi waktu aku sudah mengambil keputusan yang aku pikir memang bukan keputusan yang benar karena aku putuskan waktu keadaanku nggak tenang. Aku memutuskan untuk berhenti berharap setelah sekian lama aku memperjuangkan cerita ini waktu aku "dengan sengaja" melihat bahagianya kalian berdua. Aku pikir cerita ini harus diakhiri sampai disini. Aku cuma ingin bahagia. Itu saja. Aku sadar bahagia harus bisa aku ciptakan sendiri saat beberapa orang yang biasa ada dalam ruang bahagiaku akhirnya pergi begitu saja.

Kamu datang lagi membawa kisah baru. Membawa drama baru yang harus sekilat mungkin aku pelajari skripnya. Dengan semua yang sudah pernah terjadi, banyak membawaku kepada pelajaran untuk tidak terlalu menggunakan

Kamis, 15 Mei 2014

Akhirnya

Kita sudah sampai..
Sampai dan berhenti di waktu yang sangat tepat. Cinta memang harus berakhir ketika aku mulai jatuh cinta sedalam mungkin sedangkan kamu telah melupakan aku selupa mungkin. Aku marah. Aku kecewa. Aku bingung. Tapi aku nggak bisa apa-apa. Kita sudah dewasa dan ini bukan saatnya untuk aku marah-marah dan memaksa keadaan seperti yang aku mau. Ini saatnya aku menerima keadaan. Kamu lebih memilih dia yang aku pikir tidak jauh lebih baik dari aku namun kau puja layaknya dia bisa memberikan kamu kebahagiaan lebih dari yang aku berikan selama ini. Aku kalah di intensitas waktu bertemu. Dia memang bisa selalu bertemu kamu, bisa memantau kamu, bisa menghapus keringat lelahmu saat latihan, bisa membantumu tersenyum saat kau seakan lelah dengan tugas kuliahmu. Aku disini hanya bisa menyebut namamu dalam doa. Mungkin itu tidak cukup untukmu makanya kau lebih memilih dia. Aku jadi nggak tau dengan cara apa aku harus percaya sama semua kata-katamu. Kamu bilang kamu nggak akan memilih siapapun. Kamu bilang kamu fokus ke karir dan pendidikanmu. Kamu bilang belum ada yang mampu menggantikan posisiku. Tapi kenyataannya berbanding sangat jauh. Aku melihat dengan mataku sendiri dengan nyata bagaimana kalian saling berbagi, bagaimana kalian saling bertukar cinta,

Selasa, 18 Februari 2014

Kamu

Kamu dan aku nggak tau dan nggak pernah ngebayangin bakal berakhir seperti ini.
Kita yang memulai semuanya dari persahabatan, akhirnya harus jatuh juga kedalam cinta yang demi Tuhan nggak pernah kita rencanakan sebelumnya.
Kamu yang waktu itu sudah punya gebetan, sementara aku yang jelas sudah punya pacar. Aku nggak pernah merencanakan cinta ini akhirnya harus aku kasih ke kamu. Nggak pernah.
Waktu itu kita biasa aja kan ya sampe akhirnya diantara kita nggak tau siapa yang memulai mengagumi dalam diam. Waktu yang nggak

Rabu, 05 Februari 2014

Colorful day

Halooooooo

Aku mau cerita aja deh pagi ini warna-warni banget tiap waktunya hahaha
Pagi tadi aku bangun terus sebenernya nggak tumben sih cuma nggak tau pagi ini ada semangat baru aja waktu bangun pagi udah ditawarin segelas susu coklat, sepiring nasi goreng dan semangkuk French Fries :3 Nggak kebayang nyamannya. Papa kayaknya lagi bahagia banget pagi ini karena biasanya aku mau berangkat kerja itu papa masih tidur hahaha


Senin, 03 Februari 2014

SYCRoadToPattaya


Heyhoooooo~
Aku balik lagi buat cerita tentang #SYCRoadToPattaya

Kemarin kita semua sempat dibikin deg-degan sama Kak Lou yang ternyata belom ngirim uang pendaftaran ke Panitia Pelaksana Festa Musicale Pattaya. Kita semua kebingungan takut harapan buat ke Thailand pupus cuma karena telat bayar haha 

Kebetulan deadline penerimaan uang pendaftaran itu bertepatan sama Tahun Baru China daaaan keesokkan harinya itu adalah WEEKEND jadi otomatis Bank pasti nggak buka. Kita semua sih nggak bisa apa-apa selain berdoa.

Jumat, 24 Januari 2014

Masa Muda Harus Aktif

Halo readers! *kaloadayangbaca* ._.

Aku akhir-akhir ini lagi menghitung hari. Bukan karena mengidap penyakit trus didiagnosa ama dokter kalo umurku tinggal beberapa hari lagi loh ya -_-
Ini nggak ada hubungannya dengan kematian *seketikahoror*

Well akhir-akhir ini mama sering ngomong gini "Wih adek sudah 19 ya nggak terasa bentar lagi 20. Cepat lulus nah dek bawa mama papa jalan-jalan"
Kadang sedih sih kalo orang tua udah ngomong gitu. Aku ngerasa belom bisa kasih apa-apa ke mereka. Kata orang sih aku ikut banyak kegiatan, ngukir prestasi, bla bla bla itu udah bikin orang tua senang dan bangga.

Rabu, 22 Januari 2014

Masih ada KITA

Halo sudah lama banget kayaknya nggak ngapdet blog hahaha Beberapa hari ini disibukkan dengan berbagai macam kegiatan baru yang seru dan bikin waktu nggak habis dengan percuma. Sudah aku ceritain di apdetan sebelumnya kan kalo aku ikut satu cabang olahraga. Baru mau mulai dan baru mau mengasah kemampuan. Baru aja ikut itu, ada lagi satu target. Pattaya Grandprix Choir Competition at Thailand!!! 
Syaloom Youth Choir lagi punya Goal buat ngikutin lomba disana. Kita udah persiapkan berbagai macam persiapan (nanti diceritain kalo goalnya udah tercapai ya hehe). Pokoknya beberapa bulan kedepan sebagai pengurus bakalan disibukkan dengan berbagai macam kegiatan lah pokoknya seru!!!

Ohya dengan kesibukan sebanyak ini Puji Tuhan semua yang aku harapkan selama ini bisa aku bereskan. Aku pengen lupain sejenak tentang KITA. Kita siapa? Aku sama si mantan hehe
Maksudnya bukan lupain gimana sih tapi ya mungkin nggak usah terlalu cengeng meratapi kegagalan yang kemarin. Sudah siap membuka lembaran baru dengan segudang rencana dan tujuan. Melupakan semuanya tapi tetap percaya Tuhan nggak akan ngecewain. Jodoh nggak kemana kan. 

Sejujurnya, aku nggak sepenuhnya rela buat ngelepasin. Aku masih punya sebongkah harapan untuk kembali memperbaiki. Tapi aku harus sadar diri kalo aku perempuan. Bagaimanapun, aku patut dihargai dan diakui.

Jumat, 17 Januari 2014

Jum'at , 17 January 2014

Daritadi aku mikirin kenapa secepat ini aku tumbuh dewasa. Rasanya baru kemarin mama gandeng aku dan antar aku ke Taman Kanak-kanak. Baru kemarin aku pergi sama papa ke Gramedia beli crayon untuk persiapan lomba mewarnai. Nggak terasa sekarang aku sudah duduk di Front Office sebuah perusahaan Oil&Gas. Nggak terasa aku sudah nggak lagi pake seragam Putih-Oranye, Putih-Merah, Putih-Biru, dan Putih-abuabu. Sekarang aku bukan lagi pergi ke Sekolah tapi ke Kampus. Dengan pake baju berkerah, celana jeans, sepatu sneakers, binder, dan laptop kesayangan. Sekarang nggak nunggu dikasi duit dulu sama mamapapa baru pergi jalan-jalan. Sudah bisa cari uang sendiri, sudah bisa beli ini itu sendiri walaupun bukan barang-barang yang mahal tapi paling tidak, sudah bisa beli keperluan sendiri. 

Keinget dulu waktu masih jaman sekolah itu nggak bisa ikutan hang-out ama temen-temen karena orangtua nggak pernah ngasih duit spesial buat yang begituan. Yang ada jalan ya harus bareng orang tua beli ini itu harus sama orang tua. Nggak ada yang namanya nongkrong nggak ada yang namanya malam mingguan. Sedih? Enggak sama sekali. Waktu itu aku bersyukur karena nggak terlalu nyusahin orang tua dengan tuntutan macam itu. Tapi ada tekad dalam hati kalo habis lulus sekolah pengen kerja sambil kuliah. Maksudnya sih supaya bisa bayar kuliah sendiri sama biar bisa nikmatin masa muda tanpa harus ngebebanin orang tua.

Akhirnya tiba saatnya aku harus ninggalin masa SMA, masa alay, masa ababil, walaupun sampe sekarang belom ilang juga masa-masa itu hehehe masih tetep alay tetep ababil bodo amat yang penting nggak cabe-cabean *eh hahaha