Persis 7 bulan. Semusim lebih aku menahan rindu, menahan benci-cinta-harap, menahan keinginan hati untuk memperbaiki semua. Selama 7 bulan aku kehilangan kamu dan harus melihat kamu bahagia (mungkin) dengan pilihan-pilihanmu yang lain, yang baru ku kenal, yang benar-benar baru muncul dalam kehidupan kita. Aku marah? Iya. Bukan marah sama kamu tapi marah sama diriku sendiri yang nggak bisa menjaga cinta yang sudah kamu sediakan secara cuma-cuma. Nggak perlu mikir feedback nya. Semua kita lakukan begitu saja. Tapi tetep aja dalam hati berharap kita masing-masing merasakan hal yang sama yaitu Cinta. Aku harap kamu tetap cinta aku even waktu poniku aku angkat keatas, even waktu aku pake baju kebesaran, even waktu aku masih pake baju tidur dengan rambut yang berantakkan dan muka yg nggak banget waktu kamu datang ke rumah pagi-pagi. Kamupun begitu. Kamu berharap aku tetap cinta kamu waktu kamu terpaksa harus buru-buru meng iya kan ajakan makan malam dari aku dengan wajah letih selesai latihan, dengan baju penuh keringat semangat khas mu.
Aku lupa tanggalnya. Yang jelas malam itu malam pertama aku Ujian Akhir Semester. Aku malas ingat tanggalnya karna kamu yang suruh. Kamu bilang ingat tanggal jadian pertama aja (empat belas april dua ribu sebelas), jadi sekarang aku beneran lupa --"
Aku nggak mau cerita gimana ceritanya sampai akhirnya kita balikan malam itu. Yang jelas aku lega. Ada sedikit penasaran, kekhawatiran, dll . Rasanya campur aduk, tapi tertutup dengan lebih banyaknya kegembiraan disana.
Nggak pernah berakhir sehari saja, cerita kita akhirnya berlanjut setelah semua terjadi, setelah banyak hati yang aku dan kamu tinggalkan dan akhirnya kembali pulang kerumah. Inilah indahnya kita. Paling tidak sejauh ini kita punya komitmen untuk berhenti mencari. Entah Tuhan mau menuntun kita kemana, yang jelas semua ini akan semakin baik di hari ke hari. Aku mau berjalan bersamamu dan terus minta Tuhan untuk tuntun langkah kita.
Seperti janjiku, aku nggak akan melakukan kesalahan yang sama.
Terimakasih karena kita masih saling memberikan kesempatan, ya Tuhan.
Terimakasih semua yang ngisi hari aku, nyoba bikin aku lupain dia, tapi maaf dia sudah permanen disini.

Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.