Kamu datang lagi waktu aku sudah mengambil keputusan yang aku pikir memang bukan keputusan yang benar karena aku putuskan waktu keadaanku nggak tenang. Aku memutuskan untuk berhenti berharap setelah sekian lama aku memperjuangkan cerita ini waktu aku "dengan sengaja" melihat bahagianya kalian berdua. Aku pikir cerita ini harus diakhiri sampai disini. Aku cuma ingin bahagia. Itu saja. Aku sadar bahagia harus bisa aku ciptakan sendiri saat beberapa orang yang biasa ada dalam ruang bahagiaku akhirnya pergi begitu saja.
Kamu datang lagi membawa kisah baru. Membawa drama baru yang harus sekilat mungkin aku pelajari skripnya. Dengan semua yang sudah pernah terjadi, banyak membawaku kepada pelajaran untuk tidak terlalu menggunakan
hati sebagai dasarnya. Aku perlu berpikir untuk kisah kedepannya. Aku tidak ingin jatuh lagi. Begitu kupikir...
Tapi ternyata cinta bener-bener memahami. Aku seakan dihantui rasa bersalah waktu aku mencoba mengabaikan seluruh pesanmu. Dan akhirnya membawaku untuk mengetik beberapa kata untuk membalas. Walaupun pesanku pernah kau abaikan, aku nggak pernah bisa lama mengabaikan kamu. Walaupun kamu pernah mendorong aku sampai jatuh dan tersungkur, aku nggak pernah meninggalkan kamu dibelakangku dan memohon menopangmu. Walaupun kamu bersama dia setiap saat, aku nggak pernah melupakan namamu dalam setiap doaku. Aku nggak pernah bisa melakukan hal-hal yang sama seperti yang kamu lakuin ke aku. Aku mencintai kamu mungkin seperti aku mencintai diriku sendiri. Tapi sekali lagi, KAMU TIDAK AKAN MENGERTI. Yang kamu mengerti adalah aku yang cerewet, berlebihan, dan dengan semua sikapku yang nggak bisa bikin kamu bahagia.
Aku nggak ngerti kenapa Tuhan menghukum aku sebegininya? Apa yang sudah kita lakukan sampai Dia mempertemukan kita sangat dekat dan akhirnya memisahkan kita sangat sangat jauh seperti saat ini? Aku nggak bisa ngitung lagi selama hampir setengah tahun ini berapa kali aku bilang ke diri aku "AKU KECEWA. AKU CAPEK. AKU SELESAI" tapi akhirnya kisahnya selalu sama. AKU KEMBALI KE AWAL, MENATA SEGALA SESUATU DENGAN SANGAT RAPIH, DAN AKHIRNYA AKU KECEWA. Begitu seterusnya......... Sampai saat ini.........
Hampir setiap malam air mata setia menemani aku waktu ku sebut namamu dalam doaku. Sudah sejauh ini tapi aku masih disini-sini aja. Aku masih mengkhawatirkan hal yang sama. Aku masih mencintai orang yang sama. Dan aku masih mendoakan orang yang sama.
Orang-orang selalu tertawa melihat aku yang seolah nggak bisa cari pengganti kamu. Media sosial ku anggap sebagai buku diary untuk menumpahkan semua perasaanku ketimbang untuk membalas pesan-pesan pria lain yang mungkin sebenarnya mungkin bisa aja menggantikan kamu sebagai pelipur lara. Aku lebih memilih bertahan dalam kesedihan, mencoba menghibur diriku sendiri daripada menunjukkan ke mereka bahwa AKU MOVE ON -padahal sebenarnya tidak-
"Suatu saat nanti kalau aku mengijinkan kamu membaca tulisan ini, aku harap kita sudah baik-baik saja."
With Love,
PIWK
