Kamu dan aku nggak tau dan nggak pernah ngebayangin bakal berakhir seperti ini.
Kita yang memulai semuanya dari persahabatan, akhirnya harus jatuh juga kedalam cinta yang demi Tuhan nggak pernah kita rencanakan sebelumnya.
Kamu yang waktu itu sudah punya gebetan, sementara aku yang jelas sudah punya pacar. Aku nggak pernah merencanakan cinta ini akhirnya harus aku kasih ke kamu. Nggak pernah.
Waktu itu kita biasa aja kan ya sampe akhirnya diantara kita nggak tau siapa yang memulai mengagumi dalam diam. Waktu yang nggak
sebentar untuk menikmati masa PDKT sementara orang lain hanya butuh waktu satu dua minggu atau bahkan 3 hari untuk PDKT. Sampai kita merasa nggak nyaman sama status yang nggak jelas dan akhirnya kita jadian.
Pertama jadian sebenernya nggak terlalu canggung karena kita udah lama bareng-bareng walaupun nggak jadian. Hari-hari itu jadi ceria. Nggak ada masalah yang terlalu berat dan selalu bisa diselesaikan saat itu juga. Aku belajar bagaimana mencintai kamu sepenuh hati aku tanpa belajar bagaimana nanti kalo kamu ninggalin aku. Iya karena aku nggak tau kapan kamu ninggalin akunya. :'p
Terus sekarang ini aku harus memaksakan diri untuk berpura-pura nggak punya perasaan apa-apa sama kamu tiap liat kamu lebih bahagia sama yang lebih sempurna dari aku. Aku harus pura-pura senyum padahal tangan udah gemetaran tiap nggak sengaja liat foto dia di handphone kamu. Aku harus pura-pura nggak baca tiap ada balas-balasan kamu sama dia di media social. Aku nggak tau kamu sadar atau nggak. Yang jelas aku udah berusaha berpura-pura. Bahkan sekarang aku harus berusaha untuk berpura-pura mencintai yang lain disaat seharusnya aku tenang, sabar dan diam menunggu kamu sesuai janjiku. Nggak ngerti kenapa harus seberat ini. Kamu yang bikin aku bahagia ternyata berpotensi bikin aku galau nggak habis-habis. Sudah banyak banget cara yang aku lakuin supaya paling tidak mengalihkan perasaan ini. Jujur aja ini berat. Lebih berat dari nungguin cowok yang ujung-ujungnya PHP. Ini aku harus berusaha berpura-pura nggak ada apa-apa diantara kita padahal jelas aja 2,5 tahun itu nggak sebentar buatku. Dua setengah tahun aku berusaha supaya nggak ada apa-apa diantara kita tapi selalu rusak karena aku yang terlalu cemburu sama kamu. Kecemburuan emang selalu bisa merusak. Makanya Tuhan Yesus bilang kasih itu tidak cemburu :')
Peng kalo kamu baca ini aku minta maaf ya :) Minta maaf karena ada kamu disetiap tulisanku.
Aku masih berharap terlalu sering dan akhirnya kekecewaan itu datang sesering aku berharap terlalu sering. Hahahaha
Aku berharap tiap kali kamu muncul di Timeline Twitterku, tiap kali aku liat kamu di Recent Updates bbm ku, tiap kali liat kamu datang ke rumahku dengan kalung itu, baju itu, semuanya yang bikin kenangan itu seakan tercipta sendiri. Sampai sekarang aku masih sering menantikan 16.16. Aku masih sering menciptakan angka 14 ku sendiri. Aku masih menoleh masih mencintai setiap moment yang aku tempel di dalam kamarku. Buku ku, gitarku, semuanya. Siapapun dia nanti yang kamu pilih, aku berharap dia bisa kasih kamu yang terbaik yang dia punya. Lebih indah dari yang pernah aku kasih ke kamu :') Moment :')
Terimakasih ya :)
With Love,
Putri Injil