Halo kamu disana bagaimana kabarmu?
Seharusnya aku tidak perlu berharap kau baik-baik saja
Karna aku yakin kau akan baik-baik saja tanpa aku bahkan lebih baik dari yang pernah kubayangkan
Malam ini aku nggak sengaja membuka kenangan kita. Aku tau udah nggak boleh lagi karena kamu ingin sendiri. Kamu bisa sendiri. Hanya saja semua yang ku lakukan kapanpun dan dimanapun selalu mengingatkan tentang kita. Jangan bertanya bagaimana hal semacam ini bisa terjadi ya. Kamu pasti tau alasannya sama seperti kamu tahu bagaimana aku bisa mencintai kamu sepenuh hatiku tanpa aku beritahu.
Aku yang dulu sering bertanya kamu dimana, aku yang dulu sering ingatin kamu makan, aku yang dulu sering sibuk sendiri kalo kamu nggak ngabarin, aku yang dulu geregetan kalo liat kamu sama perempuan lain, aku yang dulu selalu ngambek kalo nggak ketemuan. Sekarang perlahan aku harus menghilangkan semua itu dari dalam diriku. Bukan karena aku tidak lagi secinta dulu, tapi karna kamu yang suruh aku. Karna kamu yang lebih ingin aku nggak begitu. Padahal aku bersikap seperti itu bukan dengan sengaja. Sikapku menjadi seperti itu baru ketika aku sama kamu. Nggak mudah buat aku cinta sama orang sebegininya. Mungkin segelintir orang bilang aku berubah. Jadi mellow kalo nggak ada kabarmu, jadi lebih ceria seusai bertemu kamu, jadi moody kalo tau kamu lagi deket sama cewek lain. Kamu pikir aku main-main soal itu semua? Kamu pikir itu perasaan yang berlebihan? Iya aku sadar kok itu berlebihan. Dan semua yang berlebihan itu tidak pernah menguntungkan. Ini buktinya. Sekarang jadi susah buat aku kembali ke diri aku yang sebelumnya. Aku sudah terlalu banyak berubah. Aku menikmati perubahanku itu kemarin, tapi sekarang aku menyesalinya. Nggak seharusnya aku seberubah itu. Selama ini, yang ku pikirkan adalah kebahagiaan kamu. Bukannya menyenangkan ya kalo kamu tau ada seseorang (aku) yang sangat takut kehilangan kamu. Kamu sadar nggak cara aku ngomong ke kamu kalo aku takut kehilangan kamu? CEMBURU! Sadar nggak?
Maaf ya aku berlebihan. Aku sering ngambek kalo waktumu buatku cuma sedikit. Tapi apa aku salah? Aku nggak minta semua waktumu. Aku cuma minta 1 hari itupun nggak full kan? Bukannya dalam seminggu itu ada 7 hari? Aku minta 1 hari saja. Aku pikir selama ini kamu senang. Ternyata yang kuberikan cuma membuat kamu jenuh dan bosan. Taktik berperang ku ternyata salah ya hahahaha
Kamu yang dulu sering nanya aku dimana, sering marah perhatian kalo aku belom makan, yang keliatannya seneng banget kalo mau ketemu aku, yang seneng nelpon aku, sekarang mana kamu yang itu?
Kamu sekarang nggak pernah mau tau lagi aku dimana. Nggak mau diajak ketemuan. Nggak pernah nelpon & ngabarin kalo nggak aku duluan. Aku bosan? Enggak. Aku capek? Iya :') Maaf. Mungkin belum sepenuhnya jadi yang kamu mau. Tapi aku sudah berusaha. Cuma mungkin belom cukuup. Sabar.
Sekarang aku nggak bisa ngapa-ngapain selain mencoba melupakan semua yang pernah ada. Semua yang pernah kita laluin bareng-bareng, dengan terpaksa dan harus dipaksa untuk dilupakan. Toh nggak ada gunanya. Kamu mungkin menemukan Putri yang lain untuk kamu sayang. Kodenya sudah cukup jelas dari kamu. Kamu marah banget sama aku dan sekarang aku cuma bisa nginget kenangannya aja tanpa berharap semuanya akan baik-baik saja apalagi berharap semuanya akan kembali.
Foto kita di dompet, foto kita di lemari aku, foto kita di dinding kamar aku..
Aku nggak pengen ilangin semuanya. Terlalu indah. Terlalu sulit dilupakan. Tapi harus.
Ah mungkin nggak papa kali ya kalo cuma sekedar diletakkan disana. Biarkan saja. Anggap bukan siapa-siapa :)
Tapi setiap kali aku masuk ke sini, aku merasa ada kamu disini. Aku rindu. Tapi aku takut.
Mulai detik ini, aku menyerah untuk semuanya. Aku akan berusaha mengubah diriku menjadi yang aku inginkan. Aku yakin cinta akan menemukan jalannya sendiri. Kalo kamu memang jalanku, kita akan bersama juga pada akhirnya kan? Kalau tidak, aku punya Tuhan dan aku tau Dia nggak akan ngecewain :)
Terimakasih untuk 2 tahun lebihnya. Terimakasih untuk setiap kado yang kamu kasih tiap ulang tahunku. Terimakasih untuk moment-moment dan kenangan indah yang kamu kasih ke aku. Terimakasih untuk semuanya yang pernah kamu kasih. Kamu sulit dilupakan . Paling tidak, bukan melupakan. Hanya menjadi diri sendiri seperti semula. Belajar untuk tidak terlalu mengingatmu. Sekali lagi bukan melupakan :) Hanya menyerah untuk terus mengetuk pintu hatimu :)
Selamat tidur Peng :)
With Love,
Putri