Maaf terlalu cepat untuk bilang Selamat Ulang Tahun. Ini bukan tanggalmu kan? Tapi aku terobsesi untuk selalu jadi yang pertama walaupun kenyataannya nggak seperti itu. Di ulang tahunmu, aku berusaha menahan diri menunjukkan kelemahanku. Kelemahanku adalah banyak hal yang berhubungan dengan kamu.
00.00
Telepon kali ini bukan seperti biasanya. Masih ada kecewa, masih ada sedikit rasa nggak enak. Aku sakit hati secepat ini. Ini ulang tahunmu. Ucapan selamat ulang tahun tetap ku ucapkan. Nggak seberarti dulu. Nggak seindah dulu.
Dan seterusnya.........
Aku ingin setiap moment ini selalu cepat terlewat, atau bahkan mengulang beberapa jam sebelumnya karena aku rasa tindakanku kali ini salah. Harusnya aku diam aja dan berusaha nggak apa-apa. Ini drama. Benar-benar drama. Aku benci jadi aku yang sekarang. Kamu tahu? Aku nggak jadi diriku sendiri. Aku terlalu mudah menyerah. Untuk urusan ini, aku benar-benar muak.
Sekali lagi aku merasa paling bodoh. Untuk apa ada tangis untuk bahagiamu? Untuk apa ada marah untuk leluconmu? Untuk apa ada rasa kecewa untuk semua yang kau anggap nggak terlalu penting??
See? Aku aneh.
Ke-empat kalinya aku bertemu akhir bulan ini tapi ini yang terburuk yang pernah aku temui. Aku gagal bikin bulan ini istimewa buatmu. Aku sedih sendiri.

















